7 Cara Sales Team Lebih Mudah Dihubungi Prospek

← Kembali ke Artikel

Bayangkan seorang sales yang baru menghabiskan satu jam mengobrol dengan calon klien di acara networking. Obrolannya lancar, prospek tampak tertarik, dan di akhir pertemuan ia berkata, “Nanti saya kabari ya.” Sales itu pulang dengan semangat. Tiga hari kemudian, belum ada kabar. Nomor sudah ditukar, tapi percakapan berhenti begitu saja.

Ini terjadi di hampir setiap tim sales. Penyebabnya jarang produk yang kurang bagus. Lebih sering, jalan untuk menghubungi sales itu kembali terlalu berliku. Berikut tujuh cara membuat prospek lebih mudah menghubungi Anda.

1. Jangan andalkan ingatan prospek

Setelah acara networking atau meeting, prospek biasanya sudah bertemu lima orang lain di hari yang sama. Kartu nama terselip di tas, dan kontak WhatsApp tenggelam di antara chat lain. Jangan berharap mereka akan ingat. Buat penyimpanan kontak Anda semudah mungkin, dan selesaikan di momen yang sama sebelum mereka sempat lupa.

2. Satu ketukan lebih ampuh dari satu kartu nama

Penerima kartu nama kertas masih harus mengetik datanya ke ponsel, itu pun kalau sempat. Dengan Stiker TAGKARTU di balik nametag, prospek cukup menempelkan ponselnya ke nametag Anda. Profil Anda terbuka, dan kontak siap disimpan dengan satu ketukan. Tidak ada langkah ribet yang bisa dijadikan alasan untuk menunda.

3. Tampilkan semua kanal komunikasi

Setiap prospek punya kanal favorit. Ada yang paling nyaman lewat WhatsApp, ada yang memilih email formal, ada juga yang mengecek LinkedIn dulu sebelum membalas. Kalau Anda hanya memberi satu nomor telepon, Anda menutup pintu bagi mereka yang lebih suka kanal lain. Profil digital yang memuat WhatsApp, email, dan media sosial sekaligus membiarkan prospek memilih sendiri, dan peluang mereka menghubungi Anda ikut naik.

4. Jaga informasi tetap mutakhir

Pernahkah Anda menerima kartu nama dengan nomor yang sudah tidak aktif atau jabatan yang sudah berganti? Kartu seperti itu tidak berguna, dan meninggalkan kesan pertama yang kurang baik. Profil digital bisa diperbarui tanpa cetak ulang. Nametag yang dipakai tetap sama, sementara informasi di baliknya selalu terbaru.

5. Bangun kesan profesional sejak detik pertama

Cara Anda bertukar kontak ikut membentuk kesan pertama. Mengeluarkan kartu nama lecek dari dompet terasa biasa saja. Menyentuhkan nametag ke ponsel lalu menampilkan profil yang rapi memberi kesan bahwa Anda dan perusahaan Anda peduli pada detail. Bagi sebagian prospek, kesan kecil seperti ini ikut memengaruhi seberapa serius mereka menimbang tawaran Anda.

6. Samakan standar di seluruh tim

Kalau satu sales memakai kartu nama digital yang rapi sementara rekan setimnya masih membagikan kartu kertas lama, klien menerima kesan yang tidak seragam dari perusahaan yang sama. Dengan menyamakan cara bertukar kontak, dari sales lapangan sampai staf penyambut tamu, pengalaman klien jadi lebih konsisten siapa pun yang mereka temui.

7. Permudah langkah setelah tukar kontak

Tujuannya adalah prospek menghubungi Anda kembali, bukan hanya menyimpan nomor. Karena itu profil digital yang baik menyediakan tombol untuk chat WhatsApp atau kirim email, tidak cuma menampilkan tulisannya. Semakin sedikit langkah yang harus dilakukan prospek, semakin besar kemungkinan mereka melakukannya selagi minatnya masih hangat.

Intinya: singkirkan hambatan kecil

Tidak ada dari tujuh hal ini yang rumit. Semuanya soal membuang hambatan kecil yang selama ini dianggap wajar, padahal menghambat follow-up. Nametag yang sudah dipakai tim sales Anda setiap hari bisa ikut menyelesaikannya, cukup dengan menambahkan satu kemampuan kecil: Stiker TAGKARTU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *